Minggu, 13 Januari 2013

HISTORISITAS/SEJARAH HUBUNGAN AGAMA DAN SAINS : Sebuah Pengantar



A.      Pola Konflik Agama dan Sains
         Galileo (Abad ke-15 M)
         Newton (Abad ke-17 M)
         Darwin (Abad ke-19 M)
         Einstein (Abad 20)

B.      KONFLIK ANTARA AGAMA DAN SAINS
       Konflik antara agama dan sains telah dimulai sejak abad 15, ketika Galileo menentang paham geosentris (bumi merupakan pusat tata surya) yang dianut oleh gereja.  Galileo dianggap mengingkari keyakinan agamanya (kristen) bahwa bumi adalah pusat edar tata surya.
       Ketaksesuaian agama dan sains berlanjut hingga masa sesudahnya (masa Newton / masa sains modern).

C.      Transformasi Sains
Sejarah sains Eropa masa kebangkitan (abad 14 dan 15) mencatat bahwa sains muncul tidak hanya dalam rangka melepaskan hegemonik gereja sebagai institusi pemegang kekuasaan tertinggi, tetapi juga sebagai momentum transformasi sains ke dalam utilitas teknik (aplikasi nyata).

D.     Sains Modern
a.      Para ahli sejarah sepakat bahwa sejarah perkembangan sains modern beserta aplikasi teknologi yang ada sekarang diawali oleh Newton (mekanika klasik).
b.      Mekanika klasik Newton berdampak besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan saat itu.
c.       Konsep mekanika klasik Newton bersifat mekanistik deterministik (apabila kondisi awal dari sesuatu dapat ditentukan, maka kondisi berikutnya dapat diprediksi secara tepat).

Tipologi Hubungan Sains dan Agama



A.      Pendahuluan
·         Isu hubungan agama dan sains tidak selalu diisi dengan pertentangan dan ketidaksesuaian
·         Banyak kalangan yang berusaha mencari hubungan antar keduanya
·         Kalangan lain beranggapan bahwa agama dan sains tidak akan pernah dapat ditemukan, keduanya adalah entitas yang berbeda, memiliki wilayah masing-masing yang terpisah baik segi objek formal-material (ontologi), metode penelitian (epistemologi), serta peran yang dimainkan (aksiologi).
·         Di akhir dasawarsa tahun 90-an, di Amerika Serikat dan Eropa Barat khususnya, berkembang diskusi tentang sains (ilmu pengetahuan) dan agama (kitab suci).
·         Diskusi dimulai oleh Ian G. Barbour yang mengemukakan teori “Empat Tipologi Hubungan Sains (Ilmu Pengetahuan) dan Agama (Kitab Suci)”

B.      Tipologi Hubungan Sains (Ilmu Pengetahuan) dan Agama (Kitab Suci) menurut Ian G. Barbour
(1)      Tipologi Konflik
·         Tipe ini terjadi karena agama dan sains sama-sama memberi klaim dalam domain (wilayah) yang sama.
·         Contoh : agama dan sains sama-sama berhak menjelaskan tentang asal kejadian alam semesta, heliosentris-geosentris, dll
·         Agama dan sains dipandang sebagai dua bidang yang saling bertentangan, sehingga orang hanya memilih satu : menolak agama dan menerima sains atau sebaliknya.
·         Agama dan sains berada dalam dua ekstrim yang saling bertentangan, saling menegasikan kebenaran lawannya.
·         Tipologi ini dianut oleh kelompok materialisme ilmiah dan kelompok literalisme kitab suci

         MATERIALISME ILMIYAH
         Asumsi : menganggap bahwamateri sebagai realita dasar alam (mementingkan realitas empiris), sekaligus meyakini bahwa metode ilmiah adalah satu-satunya cara yang sahih untuk mendapatkan kebenaran
         Kelompokmaterialisme ilmiah berpendapat bahwa keyakinan agama tidak dapat diterima karena agama bukanlah data publik yang dapat diuji dengan percobaan dan kriteria koherensi, kekomprehensifan, dan kemanfaatan.
         Kelompokmaterialisme berpendapat bahwa sains (ilmu pengetahuan) bersifat obyektif, terbuka, umum, kumulasi fakta dan progress, sedangkan agama (kitab suci)  dianggap bersifat subyektif, tertutup, paroki, tidak kritis, dan sangat sulit berubah.

         LITERALISME KITAB SUCI
         Asumsi : satu-satunya sumbedr kebenaran adalah kitab suci, karena dianggap sekumpulan wahyu yang bersifat  kekal dan benar karena bersumber dari Tuhan
         Kelompok literalisme kitab suci berpendapat bahwa teori  ilmiah  seperti teori evolusi melambungkan filsafat materialisme dan merendahkan perintah moral Tuhan.
         Setelah diteliti lebih lanjut, ternyata munculnya pertentangan antara sains (ilmu pengetahuan) dan agama (kitab suci) disebabkan adanya pertentangan  antara fundamentalisme sains (ilmu pengetahuan) dan fundamentalisme agama (kitab suci)

         Penyebab
         fundamentalisme sains (ilmu pengetahuan)
         fundamentalisme agama (kitab suci)

         Kronologi terjadinya konflik
            Merasa dirinya benar (paling benar)
            Menyalahkan
            yang lain
            Konflik

         Penyebab Konflik
         Sikap radikal kaum agamawan Kristen yang hanya mengakui kebenaran dan kesucian Kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, sehingga siapa saja yang mengingkarinya dianggap kafir dan berhak mendapatkan hukuman.
         Di lain pihak, para ilmuwan mengadakan penyelidikan-penyelidikan ilmiah yang hasilnya bertentangan dengan kepercayaan yang dianut oleh pihak gereja (kaum agamawan). Akibatnya, tidak sedikit ilmuwan yang menjadi korban dari hasil penemuan oleh penindasan dan kekejaman dari pihak gereja. (M. Quraish Sihab,1994:53).
         Contoh kasus dalam hubungan konflik ini adalah hukuman yang diberikan oleh gereja Katolik terhadap Galileo Galilei atas aspek pemikirannya yang dianggap menentang gereja. Demikian pula penolakan gereja Katolik terhadap teori evolusi Darwin pada abad ke-19.

2)      Tipologi Independensi
·         Pandangan ini berpendapat bahwa semestinya tidak perlu ada konflik karena sains (ilmu pengetahuan) dan agama (kitab suci) berada pada domain yang berbeda, yaitu sains (ilmu pengetahuan) sebagai kajian atas alam sedangkan agama (kitab suci) sebagai rangkaian aturan (nilai) berperilaku dari Tuhan.
·         Pembicaraan tentang sains dan agama dapat dibedakan berdasarkan masalah yang ditelaah, domain yang dirujuk, dan metode yang digunakan.
·         Antara sains dan agama mempunyai keinginan untuk saling mengakui perbedaan karakter masing – masing
·         Keyakinan keagamaan bergantung sepenuhnya pada kehendak Tuhan, berbeda dengan sains yang keyakinannya berdasarkan penemuan manusia
·         Sains dibangun berdasarkan pengamatan dan penalaran manusia, sedangkan agama dibangun berdasarkan wahyu Tuhan
         Lingkup utama tindakan Tuhan adalah perilaku dan aturan untuk manusia sedangkan lingkup utama sains adalah alam semesta beserta semua fenomenanya
         Langdon Gilkey memetakan independensi antara sains dan agama :
1.      Sains menjelaskan data yang bersifat objek, publik dan dapat diulang, Agama berurusan dengan eksistensi tatanan dan keindahan dunia serta pengalaman kehidupan dakhil (rasa  bersalah, kecemasan, pemaafan, kepercayaan, dll)
2.      Sains mengajukan pertanyaaan “bagaimana” yang obyektif, Agama mengajukan pertanyaan “mengapa” tentang makna tujuan serta asal mula dan takdir terakhir.
3.      Basis otoritas dalam sains adalah koherensi logis dan kesesuaian eksperimental, otoritas tertinggi agama adalah Tuhan dan wahyuNya
4.      Sains melakukan prediksi kuantitatif yang dapat diuji secara eksperimental, Agama harus menggunakan bahasa simbolis dan analogis karena Tuhan bersifat transenden (ghoib)

3)      Tipologi Dialog
·         berupaya mencari persamaan atau perbandingan secara metodologis dan konseptual antara agama dan sains.

·         Dialog KONSEPTUAL
·         Sains menyentuh persoalan di luar wilayahnya sendiri (misalnya: mengapa alam semesta serba teratur?)
·         sains digunakan sebagai analogi untuk membahas hubungan Tuhan dengan dunia, yakni adanya kesejajaran konseptual antara teori ilmiah dan keyakinan teologi

·         Dialog METODOLOGI
·         saat sains dipahami tidaklah seobyektif dan agama juga dipahami tidaklah sesubyektif – sebagaimana yang diduga.

·      Sains: obyektif-subyektif
·         Data ilmiah yang menjadi dasar sains, ternyata melibatkan unsur-unsur subyektifitas
·         Subyektivitas itu terjadi pada asumsi-asumsi teoritis yang digunakan dalam proses pemilahan, pelaporan, dan penafsiran data
·         Sebagian teori sains lahir dari imajinasi kreatif yang di dalamnya mengandalkan analogi dan model

·         Agama: Subyektif-obyektif
·         Subyektif-Obyektif
Agama tidak sesubyektif yang diduga
·         Subyektif-Obyektif
Data agama (pengalaman keagamaan, ritual, dan kitab suci) lebih banyak diwarnai penafsiran konseptual
·         Subyektif-Obyektif
Asbaabun nuzuul , Asbaabul wuruud

4)      Tipologi Integrasi
·         Memadukan antara agama dan sains
·         menyerukan perumusan ulang terhadap gagasan-gagasan teologi tradisional
·         teologi tradisional dikaji secara lebih ekstensif (luas) dan sistematis

·      Tiga Versi INTEGRASI
a.         natural theology
         Menjadikan alam sebagai sarana untuk mengetahui Tuhan
         Eksistensi Tuhan dapat disimpulkan dari (didukung oleh) bukti desain alam, yang dari alam tersebut dapat menyadari adanya Tuhan

b.         theology of nature
       Berangkat dari pemahaman keagamaan
pemahaman keagamaan yang ada disinari dengan sains
       ITT + S = TR (Arthur Peacocke)
ITT = iman dan teologi tradisional
S = sains
TR    = teologi yang telah direvisi

c.         sintesis sistematis
       Pemaduan agama dan sains secara lebih sistematis memberikan kontribusi ke arah pandangan yang lebih koheren
       Melalui filsafat proses setiap peristiwa atau teori baru merupakan produk masa lalu dari tindakan dan aksi Tuhan


source : PPT Dosen

Senin, 15 Oktober 2012

Strategi Pengembangan Sains-Teknologi di Dunia Islam

1. Penciptaan paradigma baru tentang Sains dan Teknologi
Cara pandang terhadap sains-teknologi yang merupakan bagian dari studi Islam (ontologi, epistimologi, aksiologi). Paradigma ini tidak memisahkan sains-teknologi dalam posisi diametral dengan agama.
  • Ontologi
  • Untuk memahami Allah SWT, dapat dilakukan melalui ayat-ayat qauliyyah dan kauniyyah. dan lebih dari 750 ayat membahas tentang fenomena alam.
  • Epistimologi
  • Pengembangan sains-teknologi dalam Islam harus memadukan pola berpikir bayani (teks al-Quran sebagai inspirasi), burhani(melakukan perenungan, pengamatan, verifikasi, eksplorasi, dan eksperimen tentang fenomena alam di sekitarnya), dan irfani(pengembangan sains untuk misi ke khalifahan di bumi).
  • Aksiologi
  • Sains-teknologi harus dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, mencerminkan Islam sebagai rahmat bagi semesta alam : meningkatkan kesejahteraan manusia dan menjaga kelestarian alam.
2. Kebijakan Pemerintah yang pro pengembangan sains-teknologi
Diwujudkan salah satunya melalui jalur pendidikan.

Memadukan Islam dan Sains

Pendekatan Tokoh Gagasan
Sains Islam Sayyed Hossein Nasr
Ziauddin Sardar
Maurice Bucaille
Perlunya etika Islam untuk mengawal Sains
Perlunya landasan epistimologi Islami untuk suatu sistem sains
Penafsiran (Sentuhan) Islami Mehdi Ghulsani
Bruno Guiderdoni
Tidak perlu membangun Sains Islam, cukup memberikan penafsiran islami terhadap sains yang ada saat ini
Islamisasi Ilmu Ismail Raji’ Al Faruqi
Naquib Al-Attas
Harun Yahya
Hendaknya ada hubungan timbal balik antara aspek realitas dan aspek kewahyuan
Islamisasi Penuntut Ilmu Fazlur Rahman Penuntut ilmu harus mengaitkan dirinya dengan nilai-nilai Islam.
Ilmuisasi Islam Prof.Dr.Kuntowijoyo Perumusan teori ilmu pengetahuan didasarkan kepada al-Quran
Islam dijadikan sebagai ilmu yang objektif, sehingga menjadi rahmatan lil ‘alamin
Pohon Ilmu Prof.Dr.Imam Suprayogo Agama sebagai pengembangan ilmu pengetahuan
Sains merupakan bagian dari kajian keagamaan Islam
Integrasi Interkoneksi Prof.Dr.Amin Abdullah Mempertemukan antara ilmu Agama Islam dan ilmu umum dengan disiplin ilmu filsafat

Kemajuan dan Kemunduran Sains dalam Peradaban Islam

Faktor-Faktor Pendorong Kemajuan Sains dalam Peradaban Islam
1. Universalisme
Fakta bahwa satu-satunya ikatan kebersamaan antara individu muslim adalah ikatan keyakinan dan tujuan hidup bersama.
2. Toleransi
Bertukar gagasan dan menerima ilmu lain
3. Karakter Pasar Internasional
Luasnya jaringan perdagangan dengan bangsa lain.
4. Penghargaan terhadap Sains dan Saintis
Kebijakan penguasa untuk membangun lembaga ilmu pengetahuan.
5. Keterpaduan antara Tujuan dan Cara
Menyeimbangkan antara tujuan dengan cara pencapaiannya.
Faktor-Faktor Kemunduran Sains dalam Peradaban Islam
Benturan yang merupakan konflik antara Islam dan Sains. Kesalahan memahami fatwa ulama sehingga ummat Islam mulai meninggalkan mempelajari Sains.
Dampaknya, terpisahnya tradisi filsafat dengan tradisi pemikiran keagamaan. Filsafat dan Sains berada dalam satu kelompok. Sedangkan agama berada di kelompok lain. Pemisahan ini menghentikan tradisi ilmiah dan peradaban Islam.




source : http://efilaila.wordpress.com/category/islam-dan-sains/

Sejarah Hubungan Agama dan Sains

Pasang surut hubungan Agama dan Sains
Benturan dimulai pada abad 15, yaitu ketike Galileo mengemukakan teori Heliosentris (matahari sebagai pusat tata surya). Galileo dianggap menentang paham yang dianut oleh agamanya yang meyakini teori Geosentris (bumi sebagai pusat tata surya).
Dimulainya Sains modern yaitu ketika Newton mengenalkan konsep Mekanika Klasik (Jika kondisi awal dari sesuatu dapat ditentukan, maka kondisi berikutnya dapat diprediksi secara tepat). Konsep ini memacu munculnya revolusi industri. Dampak positif dari Sains modern yaitu kesejahteraan masyarakat yang meningkat. Namun, Sains modern berdampak negatif karena masyarakat terbentuk menjadi masyarakat yang sekuler.
Pada abad 19, Darwin mengemukakan teori evolusi, yang membuat benturan antara Agama dan Sains semakin hebat.
Pada abad 20, era baru iptek, muncul paradigma yang menggantikan paradigma Newton. Yaitu munculnya teori Mekanika Kuantum (Heissenberg dan Scrodinger), dan ditemukannya konsep ruang-waktu dan energi oleh Albert Einstein. Paradigma ini meyakini bahwa agama dapat di dekati dengan unsur Sains.



source : http://efilaila.wordpress.com/category/islam-dan-sains/page/2/

Tipologi Hubungan Sains dan Agama

  1. Tipologi Konflik
  2. Agama dan Ilmu pengetahuan itu saling bertentangan. Dianut oleh kelompok materialisme ilmiah dan literalisme kitab suci.
  3. Tipologi Independensi
  4. Semestinya tidak perlu terjadi konflik antara agama dan sains, karena keduanya berada di domain yang berbeda.
  5. Tipologi Dialog
  6. Mencari hubungan (metodologis dan konseptual) antara sains dan agama, kemiripan dan perbedaannya.
  7. Tipologi Integrasi
    Mencari titik temu antara agama dan sains. Ada tiga versi, yaitu: 
    • Natural Theology
    • menjadikan alam sebagai sarana untuk mengenal Tuhan.
    • Theology of Nature
    • perumusan ulang tradisi keagamaan dengan sinaran sains modern.
    • Sintesis Sistematis
    • Sintesa integrasi sains dan agama yang disistematisasikan melalui filsafat proses.
       
       
    source : http://efilaila.wordpress.com/category/islam-dan-sains/page/2/

Landasan Integrasi Interkoneksi

~Normatif-Teologis
cara memahami sesuatu dengan menggunakan ajaran yang diyakini berasal dari Tuhan sebagaimana terdapat di dalam wahyu yang diturunkan-Nya
Surat Al-Qashash ayat ke-77 ==> kita tidak boleh memisahkan antara kepentingan kehidupan akherat (ilmu-ilmu agama) dan kepentingan kehidupan di dunia
Yunus, ayat 101 ; al-Ghosiyah, ayat ke-17–20
~Filosofis
Integrasi-interkoneksi merupakan jembatan untuk memahami kompleksitas hidup manusia.
~Kultural
Apabila basis kultural (budaya/potensi lokal) tidak dijadikan basis pengembangan keilmuan agama dan umum, maka akan terjadi proses elitisme ilmu agama dan elitisme ilmu umum, sehingga ilmu umum dan agama kurang berfungsi dalam kehidupan nyata.
~Sosiologis
Melihat masalah secara lebih utuh untuk menyelesaikan masalah masyarakat.
~Psikologis
Dapat terjadi konflik antara apa yang diyakini dengan apa yang dipikirkan dan juga dengan apa terjadi dalam realitas kehidupan.
~Historis
Pengembangan ilmu pengetahuan, baik ilmu-ilmu agama maupun ilmu-ilmu umum harus berjalan beriringan, tidak boleh satu disiplin ilmu mendominasi disiplin ilmu yang lain.
Dengan memadukan antara ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu umum, tujuan akhir dari ilmu pengetahuan yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan umat manusia dan menjaga kelestarian alam, dapat tercapai.


source : http://efilaila.wordpress.com/category/islam-dan-sains/
 

Islam dan Sains | Copyright © 2012 | Powered by Blogger | Manga Distro Baca Komik Manga