Pasang surut hubungan Agama dan Sains
Benturan dimulai pada abad 15, yaitu ketike Galileo mengemukakan teori Heliosentris
(matahari sebagai pusat tata surya). Galileo dianggap menentang paham
yang dianut oleh agamanya yang meyakini teori Geosentris (bumi sebagai
pusat tata surya).
Dimulainya Sains modern yaitu ketika Newton mengenalkan konsep Mekanika Klasik
(Jika kondisi awal dari sesuatu dapat ditentukan, maka kondisi
berikutnya dapat diprediksi secara tepat). Konsep ini memacu munculnya
revolusi industri. Dampak positif dari Sains modern yaitu kesejahteraan
masyarakat yang meningkat. Namun, Sains modern berdampak negatif karena
masyarakat terbentuk menjadi masyarakat yang sekuler.
Pada abad 19, Darwin mengemukakan teori evolusi, yang membuat benturan antara Agama dan Sains semakin hebat.
Pada abad 20, era baru iptek, muncul paradigma yang menggantikan paradigma Newton. Yaitu munculnya teori Mekanika Kuantum (Heissenberg dan Scrodinger), dan ditemukannya konsep ruang-waktu dan energi oleh Albert Einstein. Paradigma ini meyakini bahwa agama dapat di dekati dengan unsur Sains.
source : http://efilaila.wordpress.com/category/islam-dan-sains/page/2/
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar